Itudia niat zakat fitrah untuk diri sendiri, istri, anak, dan keluarga yang wajib kamu tahu. Niat adalah bagian penting dari sebuah amalan dan merupakan indikator sah atau tidaknya suatu amal ibadah. Ada doa khusus yang harus dipanjatkan dan seorang penerima zakat fitrah disunahkan untuk mendoakan. Nah, berikut bacaan niat bayar zakat fitrah
Dzikir Fida' bisa dilaksanakan untuk sendiri atau orang lain, dan dapat dilaksanakan dalam satu majelis atau dicicil. Lafadz niatnya perlu dibedakan dan dijelaskan. Sebagaimana diterangkan dalam beberapa kitab diantarany a : 1. Tafsiir As-Shoowi, Juz 4 hal. 498 ( Ahmad Shoowi Al-Maliki )
Zakat Fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan umat Islam di bulan Ramadan. Zakat fitrah juga termasuk salah satu dari rukun Islam. Itu artinya dengan membayar zakat maka akan mengokohkan agama, dan yang tidak membayar zakat akan merusak agama. Perlu diketahui saat menunaikan zakat fitrah, muzaki atau orang yang berzakat wajib mengucapkan niat, tanpa
Bacaanniat zakat fitrah untuk diri sendiri, istri, anak laki-laki, anak perempuan dan orang yang diwakilkan.
Adapunniat kurban untuk diri sendiri dan orang lain sebagaimana dipenjelasannya di bawah ini. Berkurban pada hari raya Idul Adha 2022 dan hari-hari Tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah.
Summary Mandi wajib menjadi salah satu ibadah umat muslim yang harus dilakukan secara tepat dan benar, agar suci dari hadas. Terdapat serangkaian tata cara mandi wajib yang perlu kita perhatikan dan pahami, mulai dari rukun, cara, dan doa setelahnya. Mandi Wajib dan Pentingnya Menjaga Kesucian Diri. Pengertian Mandi Wajib.
LaduniID, Jakarta - Salah satu rukun yang menjadikan qurban bisa diterima adalah niat. Niat merupakan inti ibadah. Niat dimaksudkan agar dapat dibedakan antara Qurban sunnah dan qurban wajib, karena keduanya memiliki kedudukan dan konsekuensi hukum berbeda. Disebutkan dalam Kitab I'anah at-Thalibin, jilid 2 halaman 376, أي يشترط فيها النية عند الذبح أو قبله
SFfJ. - Artikel ini akan menyajikan lafal niat sebelum qurban untuk diri sendiri dan keluarga seperti ayah ibu, lengkap Arab, Latin dan Artinya. Semua ibadah yang akan dilakukan umat muslim hendaknya didahului dengan membaca niat, termasuk ketika akan melangsungkan qurban saat Hari Raya Idul Adha. “Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya,” HR. Al-Bukhari. Anjuran menyembelih hewan qurban ditekankan kepada umat muslim yang mampu, dalam hal ini berkecukupan dengan harta untuk berkurban bahkan menjadi suatu kewajiban. Dalam Al-Quran surat Al-Kausar ayat 2 menerangkan yang artinya “Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.” Al-Kautsar 2. Adapun bacaan niat qurban harus disesuaikan dengan nama atau atas siapa yang berqurban, misalkan diri sendiri atau untuk keluarga. Berikut lafal niat qurban Idul Adha 2023, lengkap dalam tulisan Arab Latin dan Artinya. == Niat Qurban Idul Adha Untuk Diri Sendiri == [Arab;] نويت الصحيتا وإذ سيتين لله طائلة [Latin;] Nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala [Artinya;] “Saya niat berkurban untuk diri sendiri karena Allah ta’ala.” Baca juga Ciri-Ciri dan Syarat Hewan untuk Kurban Idul Adha 2023 Sesuai Ajaran Rasulullah SAW == Hukum Berqurban Selain Untuk Diri Sendiri == a. Hukum berkurban atas nama keluarga Dalam kitab Al-Quran, tidak menjelaskan terkait larangan untuk berkurban untuk lain, termasuk keluarga sendiri. Sehingga, apabila kita ingin berkurban kepada orang tua, suami, istri, maupun sanak saudara, tentu hal itu diperbolehkan. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri kerap berkurban setiap tahunnya, dan meniatkan qurban tersebut untuk diri beserta keluargaNya. Seperti dalam riwayat hadist dari Anas nin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata ضحَّى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بكبشَيْنِ أقرنيْنِ أملحيْنِ أحدِهما عنهُ وعن أهلِ بيتِه والآخرِ عنهُ وعمَّن لم يُضَحِّ من أمَّتِه [Artinya] “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya” HR. Ibnu Majah Tindakan Rasul ini pun banyak diikuti oleh para sahabatnya yang juga meniatkan qurban mereka untuk diri sendiri serta keluarganya. b. Hukum berkurban atas nama selain keluarga Lain halnya dengan persoalan berikut, yang mana melafalkan bacaan niat qurban untuk orang lain selain keluarga, perlu meminta Izin terhadap orang yang bersangkutan. Jika orang tersebut memberikan izin, maka kita boleh berkurban atas namanya. Begitupun sebaliknya, apabila ia tidak memberikan izin, maka dilarang berkurban atas nama dirinya. Hal ini sebagaimana riwayat Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya Alfiqhul Islami wa Adillatuhu, “Ulama Syafiiyah berkata, Tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizin dari orang tersebut.’” Demikian sajian informasi terkait lafal niat qurban untuk diri sendiri dan keluarga lengkap arab latin dan artinya. Baca juga Contoh Ceramah Haji dan Kurban Singkat Sambut Hari Raya Idul Adha 2023, Lengkap PDF Cek Berita dan Artikel lainnya melalui Google News.
Label DO'A DO'A di v DO’A ATAQOH PRIBADIاَللّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ اَنِّى قَدْ قَرَءاْتُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدْ اللهُ الصَّمَدْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدْ مِائَةَ اَلْفِ مَرَّةٍ قَدْرَهَا عِنْدَكَ جَسِيْمٌ وَثَوَابُهَا عِنْدَكَ عَظِيْمٌ وَاَرَدْتُ اَنْ اَدَّخْرَهَا لِنَفْسِى وَاسْتَوْدِعُكَ يَااَللهُ اِيَّاهَا وَهِيَ لِىْ عِنْدَكَ وَدِيْعَةٌ وَاُشْهِدُكَ يَااَللهْ اَنِّى قَدْ اِسْتَرَيْتُ بِهَا نَفْسِى مِنَ النَّارِ فَاَعْتِقْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَفَدَيْتُ مِنْكَ يَااَللهْ بِهَا نَفْسِىْ مِنَ النَّارِ وَخَلِّصْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَعِذْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاحْجُبْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَجِرْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَنَجِّنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَسَلِّمْنِىْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَدْخِلْنِىْ بِهَا الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَرِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّرُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِينْ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّكِرُونْ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونْ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونْ وَسَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِينْ وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينْ. 5 komentar Assalamu'alaikum qobiltu alhamdulillah trimakasih ustd mohon ijin serta keridhoannya untuk saya amalkan on Doa utk orang lain ada ustd on Qobiltu on QOBILTU on QOBILTU on
Ataqah Kubro Tata Cara Membaca Surat al-Ikhlash kali – Pada kesempatan kali ini akan menerangkan tentang membaca surat al-ikhlash kali buat Ataqah Kubro. Tata cara membaca surat Al-Ikhlash buat Ataqah Kubro. Dalam Pada ini kami akan sampaikan tata caranya. Oleh karenanya untuk lebih terangnya baca uraiannya di bawah ini. Mukadimah السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam pembahasan yang ke 13 kali ini Insyah Allah akan menerangkan tentang cara membaca surat al-ikhlash kali buat Ataqah Kubro disertai doa menjadikannya. Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti dan baca tulisannya di bawah ini. Bacaan Pertama أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ = ×3 أَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ عَلَى هَذِهِ النِّيَّةِ وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَعَلَى ءَالِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِيَّتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ اْلكِرَامْ أجْمَعِيْن شَيْئٌ ِللهِ لَهُمْ الفاتحة Bacaan Kedua ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ أصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا أبُوْ بَكْرٍ صِدِيْقْ وَ عُمَرَابْنِ الْخَطَابْ وَعُثْمَانْ اِبْنِ عَفَانْ وَعَلِيِّ ابْنِ أبِي طَالِبْ وَعَلَى بَاقِيَةٍ مِنْ صَحَا بَتِهِ اَجْمَعِيْن، وَإِلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ الْمَشَايِخِ الَّذِيْنَ أَفْتَوْا الذِّكْرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمُ الْفَاتِحَةْ Bacaan Ketiga بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ أَنْ أَقْرَأَ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ لِلْعَاتَقَةِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ * اللهُ الصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ Kemudian baca terus surat al-Ikhlash semampunya, 100, 200, 500 atau x kemudian diakhiri dengan doa صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدُ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Namun apabila tidak bisa membaca semua yang tertulis di atas, maka cukup diniati denga bahasa daerah masing-masing, misalnya. BISMILAHIR ROHMANIR ROHIM. NAWAITU AN AQROA SUROTAL-IKHLASH LIL ATAQAH. A’UDZU BILLAHI MINASYAITHONIR ROJIM. BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM. QUL HUWALLAHU AHAD ALLAHUS SHOMAD LAM YALID WALAM YULAD WALAM YAKUL LAHU KUFUAN AHAD. Terus baca Sedapatnya dan dicatat. Setiap selesai dari bacaan maka akhiri dengan doa seperti doa di atas. Jika tidak bisa, maka cukup diakhiri dengan solawat dan berdoalah YA ALLAH TERIMALAH BACAAN SURAT AL ILKLASH YANGA SUDAH SAYA BACA, WLAHAMDU LILLAHIROBIL ALAMIN. Doa menjadikan Ataqah Kubro untuk diri sendiri Apabila telah selesai sebanyak x bacaan Surat al-Ikhlash, maka berdoalah sdeperti ini الَّلهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ اَنِّيْ قَدْ قَرَأْتُ هَذِهِ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ مِائَةَ اَلْفٍ وَأُشْهِدُكَ اَنِّيْ قَدْاِشْتَرَيْتُ بِهَا نَفسِيْ مِنَ النَّارِ وَفَدَيْتُهَا بِهَا مِنْكَ يَااللهُ مِنَ النَّارِ بِثَوَابِ قِرَاءَتِهَا الَّتِي قَدْرُهَا عِنْدَكَ جَسِيْمٌ وَثَوَابُهَا عِنْدَكَ عَظِيْمٌ فَاعْتِقْنِيْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَخَلِّصْنِيْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَجِرْنِيْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَعِـذْنِيْ بِهَا مِنَ النَّارِ وَاَدْخِلْنِيْ بِهَا الْجَنَّةَ مَعَ الأبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَحْمنُ يَارَحِيْمُ . رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الأخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. * سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلآمٌ عَلَى الْمُـرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبّ العالمين Himbauan Dalam Pengamalan Kami menyarankan untuk mengamalkan amalan tersebut lazimnya harus ada guru pembimbing. Maksudnya agar lebih utama dan tidak keliru arah. Bahkan sebaiknya jika sudah tamat kali bacaan Surat al-Ikhlash mestinya sampaikan kepada guru pembimbing. Yakni kepada kiyainya agar didoakan secara berjama’ah yakni dijadikan ataqah kubro berdoa bersama jama’ah. Ataqah Kubro Tata Cara Membaca Surat al-Ikhlash kali Saran Penting Penulis Saya sebagai Penulis M. Asmawi, ZA mohon dengan sangat kepada Para pembaca Artikel ini, Jika antum mau mengamalkannya, maka harus bertanya dulu kepada Kiayai atau Ustadz yang faham bener masalah Ataqah ini. Demikian ulasan Ataqah Kubro Tata Cara Membaca Surat al-Ikhlash kali – yang disampaikan oleh Semoga bermanfa’at serta mendaopat ridho Allah Ta’ala. Untuk lebih puas tentang rahasiah membaca surat al-Ikhlash bacalah Surat al-Ikhlas Fadhilah atau Keutamaan Membacanya. Terimakasih.
- Tidak lama lagi umat muslim akan merakan Hari Raya Idul Adha 2023. Semua ibadah yang akan dilakukan umat muslim hendaknya didahului dengan membaca niat, termasuk ketika akan melangsungkan kurban saat Hari Raya Idul Adha. “Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya,” HR. Al-Bukhari. Anjuran menyembelih hewan kurban ditekankan kepada umat muslim yang mampu, dalam hal ini berkecukupan dengan harta untuk berkurban bahkan menjadi suatu kewajiban. Baca juga Tiga Cara Pembagian Daging Kurban, Serta Doa Menyembelih Hewan Kurban Sesuai dengan Syariat Dalam Al-Quran surat Al-Kausar ayat 2 menerangkan yang artinya “Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.” Al-Kautsar 2. Adapun bacaan niat kurban harus disesuaikan dengan nama atau atas siapa yang berkurban, misalkan diri sendiri atau untuk keluarga. Berikut lafal niat kurban Idul Adha 2023, lengkap dalam tulisan Arab Latin dan Artinya. == Niat kurban Idul Adha Untuk Diri Sendiri == [Arab;] نويت الصحيتا وإذ سيتين لله طائلة [Latin;] Nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala [Artinya;]
Dzikri Fida’ 'ataqo merupakan dzikir penebusan, yaitu menebus kemerdekaan diri sendiri atau orang lain dari siksaan Allah SWT. Dengan demikian, dzikir fida’ adalah upaya untuk memohonkan ampunan kepada Allah Swt. atas dosa-dosa orang yang sudah meninggal. Diterangkan dalam hadits dari Siti Aisyah عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قاَلَ لاَإِلهَ اِلاَّاللهُ اَحَدَ وَسَبْعِيْنَ اَلْفًا اِشْتَرَى بِهِ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَكَذَا فَعَلَهُ لِغَيْرهِ.خزينة الاسرا 1884 Diriwayatkan dari Aisyah ra. Ia berkata; Rasulullah bersabda barang siapa yang membaca laa ilaaha illah sebanyak tujuh puluh satu ribu maka berarti ia menebus siksaan dengan bacaan tersebut dari Allah Azza Wajalla dan begitu juga hal ini bisa dilakukan untuk orang lain. Khazinah al-Asrar, Adapun dzikir fida’ ini yang selanjutnya disebut dzikir ataqah, oleh para ulama’ dibagi dua macam yakni 'Ataqah sughra yaitu membaca laa ilaaha illah sebanyak 70 ribu kali atau 71 ribu kali Ataqah kubra yaitu membaca surat al-Ikhlas sebanyak 100 ribu kali. Sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Syarh al-Futuhat al-Madaniyah. وَرُوِىَ اَنَّ الشَّيْخَ اَباَ الرَّبِيْعِ اَلْمَالَقِيّ كاَنَ عَلىَ مَائِدَةِ طَعَامٍ وَكاَنَ قَدْ ذَكَرَ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَرَّةٍ وَكاَنَ مَعَهُمْ عَلىَ الْمَائِدَةِ شَابٌ مِنْ اَهْلِ الْكَشْفِ فَحِيْنَ مَدَّ يَدَهُ اِلىَ الطَّعاَمِ بَكَى وَامْتَنَعَ مِنَ الطَّعَامِ فَقَالَ لَهُ الْحَاضِرُوْنَ لِمَ تَبْكِى؟ فَقاَلَ اَرَى جَهَنَّمَ وَاَرَى اُمِّىْ فِيْهَا. قَالَ الشَّيْخُ اَبُوْ الرَّبِيْعِ فَقُلْتُ فِىْ نَفْسِىْ اَللَّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ اَنِّىْ قَدْ هَلَّلْتُ سَبْعِيْنَ اَلْفاً وَقَدْ جَعَلْتُهَا عِتْقَ اُمِّ هَذَا الشَّابِّ مِنَ النَّارِ فَقَالَ الشَّابُّ اَلْحَمْدُ لِلّهِ أَرَى أُمِّىْ قَدْ خَرَجَتْ مِنَ النَّارِ وَمَا اَدْرِىْ ماَ سَبَبُ خُرُوْجِهَا وَجَعَلَ هُوَ يَبْتَهِجُ وَاَكَلَ مَعَ الْجَمَاعَةِ. وَهَذَا التَّهْلِيْلُ بِهذَا الْعَدَدِ يُسَمَّى عَتاَقَةَ الصُّغْرَى كَمَا اَنَّ سُوْرَةَ الصَّمَّدِيَّةِ إِذاَ قُرِئَتْ وَبَلَغَتْ مِائَةَ اَلْفِ مَرَّةٍ تُسَمَّى عَاتَقَةَ كُبْرَى وَلَوْ فِيْ سِنِيْنَ عَدِيْدَةٍ فَاِنَّ الْمُوَالاَةَ لاَتُشْتَرَطُ. اهـ شرح الفتوحات المدنية بهامش نصائح العباد ص 24 Diriwayatkan bahwa syekh Abu al-Robi’ al-Malaqi, berada di jamuan makanan dan beliau telah berdzikir dengan mengucapkan Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali. Di jamuan tersebut terdapat seorang pemuda ahli kasyaf. Ketika pemuda itu akan mengambil makanan tiba-tiba ia mengurungkan mengambil makanan itu, lalu ia ditanya oleh para hadirin mengapa kamu menangis? ia menjawab, saya melihat neraka jahanam dan melihat ibu saya di dalamnya. Kata syekh Abu al-Rafi’, saya berkata di dalam hati, “Ya Allah, sungguh engkau mengetahui bahwa saya telah berdzikir Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali dan saya mempergunakannya untuk membebaskan ibu pemuda ini dari neraka”. Setelah itu pemuda tersebut berkata, “Alhamdulillah, sekarang saya melihat ibu saya telah keluar dari neraka, namun saya tidak tahu apa sebabnya”. Pemuda itu merasa senang dan kemudian makan bersama dengan para hadirin. Dzikir Laa Ilaha Ilallah 70 ribu kali dinamakan ataqoh sughroh pembebasan kecil dari neraka, Sedangkan surat al-Ikhlas jika dibaca 100 ribu kali dinamakan ataqoh kubro pembebasan besar dari neraka walaupun waktu membacanya beberapa tahun, karena tidak disyaratkan berturut-turut. Syarah al-Futukhat al-Madaniyah Bihamisyi Nasha’ih al-Ibad, ومنها اَنَّ مَنْ قَرَأَهَا مِائَةَ أَلْفِ مَرَّةٍ فَقَدِ اشْتَرَى نَفْسَهُ مِنَ اللهِ, وَنَادَى مُنَادٍ مِنْ قِبَلِ اللهِ تَعَالَى فِىْ سَمَوَاتِهِ وَفىِ أَرْضِهِ اَلاَ إِنَّ فُلاَناً عَتِيْقُ اللهِ, فَمَنْ كَانَ لَهُ قَبْلَهُ بِضَاعَةً فَلْيَأْخُذْهَا مِنَ اللهِ غَزَّ وَجَلَّ, فَهِيَ عَتَاقَةٌ مِنَ النَّارِ لَكِنْ بِشَرْطِ اَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَيْهِ حُقُوْقٌ لِلْعِبَادِ أَصْلاً, اَوْ عَلَيْهِ وَهُوَ عَاجِزٌ عَنْ أَدَائِهَا . تفسير الصاوى الجزء الرابع ص 498 Sebagian dari fadlilahnya surat Ihlas yaitu sesungguhnya orang yang membacanya sebanyak kali maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah dan Malaikat akan mengumumkan dari sisi Allah di langit dan di bumi “ ketahuilah sesungguhnya si fulan adalah hamba yang dimerdekakan oleh Allah, siapa saja yang mempunyai hak yang di tanggung fulan maka mintalah dari Allah “. Maka surat Ihlas tersebut akan memerdekakan dari neraka, tetapi dengan syarat tidak mempunyai tanggungan kepada sesama Haq Adam. Tafsir Showi juz 4 hal 498. Oleh K. Moh. Arief Ardiansyah, S. H. I Katib MWCNU Kecamatan Sagulung
niat ataqoh untuk diri sendiri